saya merasa tidak ada apa-apanya dan sangat tiada guna...
tadi siang menjelang sore, hujan turun cukup deras..tapi hal itu tidak membuat saya diam di kosan saja termenung menatapi tetesan-tetesan air hujan yang turun membasahi bumi ini...
di tengah perjalanan saya menuju tempat jajanan yang saya kehendaki, saya bertemu dengan seorang ibu berusiahampir renta yang sedang menjajakan dagangannya di tengah hujan yang sangat deras tanpa payung dan tanpa alas kaki...
beliau menjajakan dagangannya dengan lemas dan air muka yang penuh dengan kelelahan..
"neng, bade gorengan (mau beli gorengan)??? tanyanya pada saya sambil menyunggingkan senyum...
bukannya menjawab, saya justru terdiam tanpa kata dan merasakan batin saya yang terlempar-lempar karena melihat kegigihan seorang ibu mencari nafkah untuk keluarganya...padahal saat itu hujan sangat deras, tapi sang ibu tetap saja berjualan keliling, demi keluarga pastinya...
sejak saat itu juga saya teringat sebuah lagu dari iwan fals...
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
saya merasa ditampar oleh kejadian yang baru saja saya lihat, saya masih terus terdiam dan tak menjawab tawaran "gorengan" yang dilontarkan sang ibu...sambil terus berpikir dan ingin meneteskan air mata haru saya seketika ingat pada ibu saya sendiri dan bertanya-tanya...bagaimana keadaan ibu saya sekarang??sedang apa ibu saya jauh disana???bagaimana jika kejadian ini menimpa ibu saya???
begitu banyak pertanyaan bermunculan di benak saya, hingga teringat sebuah lagu...
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
saya merasa ditampar oleh kejadian yang baru saja saya lihat, saya masih terus terdiam dan tak menjawab tawaran "gorengan" yang dilontarkan sang ibu...sambil terus berpikir dan ingin meneteskan air mata haru saya seketika ingat pada ibu saya sendiri dan bertanya-tanya...bagaimana keadaan ibu saya sekarang??sedang apa ibu saya jauh disana???bagaimana jika kejadian ini menimpa ibu saya???
begitu banyak pertanyaan bermunculan di benak saya, hingga teringat sebuah lagu...
Mother, how are you today?
Here is a note from your daughter.
With me everything is ok.
Mother, how are you today?
Mother, don't worry, I'm fine.
Promise to see you this summer.
This time there will be no delay.
Mother, how are you today?
Verse
I found the man of my dreams.
Next time you will get to know him.
Many things happened while I was away.
Mother, how are you today?
Here is a note from your daughter.
With me everything is ok.
Mother, how are you today?
Mother, don't worry, I'm fine.
Promise to see you this summer.
This time there will be no delay.
Mother, how are you today?
Verse
I found the man of my dreams.
Next time you will get to know him.
Many things happened while I was away.
Mother, how are you today?
semoga ibu saya dalam keadaan baik-baik saja saat saya mengingatnya...
setelah lama terdiam saya sadar dan melihat iba pada ibu tersebut...dengan kemudian membeli dagangannya semampu saya...sebenarnya ingin sekali saya memborong semua dagangannya agar ibu itu segera pulang dan beristirahat, namun apa daya..maklum anak kost..hehe
setelah lama terdiam saya sadar dan melihat iba pada ibu tersebut...dengan kemudian membeli dagangannya semampu saya...sebenarnya ingin sekali saya memborong semua dagangannya agar ibu itu segera pulang dan beristirahat, namun apa daya..maklum anak kost..hehe